Arrigo Sacchi mengomentari kekalahan yang diterima Paris Saint Germain

Di mana sebenarnya, Angel Di Maria dan kawan – kawan memiliki hasrat besar untuk dapat membalaskan dendam mereka atas kekalahan itu dalam pertandingan di leg keduanya nanti, tepat ketika tim akan bermain di depan para fans setianya sendiri di Parc des Princes. Akan tetapi, bukannya berhasil menyetarakan kedudukan, PSG malah kembali dibuat tersungkur oleh para anak didik pelatih berkepala pelontos, Zinedine Zidane di pertandingan leg keduanya tersebut. Saat tampil di markas kebesarannya sendiri, para pemain Paris Saint Germain seolah tak bisa melakukan apa – apa sehingga harus menutup pertandingan dengan skor minor 1 – 2.

Hasil minor yang didapatkan itu tentu saja sudah mengulang torehan buruk yang mereka dapat musim lalu kala secara mengenaskan juga tersingkir pada babak 16 besar Liga Champions dari Barcelona dengan agregat 5 – 6 dulu. Sementara bila kita menilik berdasarkan materi para pemain, PSG sebenarnya bisa dikatakan sebagai salah satu tim yang memiliki skuad terbaik di dunia. Sebut saja nama-nama seperti Edinson Cavani, Neymar da Silva, Marco Verratti, Angel di Maria, Thiago Silva, dan juga Dani Alves. Walaupun Neymar tak diturunkan bermain pada pertandingan di leg kedua, tetapi semestinya PSG masih tetap bisa memberikan perlawanan berarti bila menilik pada materi pemain yang ada.

Melihat kenyataan yang ada tersebut, Sacchi pun memastikan dengan tegas bila PSG merupakan klub yang kurang mempunyai ide dalam permainannya. Sudah tak menjadirahasia lagi kalau PSG kerap menggelontorkan dana besar untuk membeli para pemain kelas  dunia, namun menurut penilaian pria berumur 71 tahun tersebut, ide dalam pertandnigan sepak bola sedianya tak bisa dibeli dengan jumlah uang sebanyak apapun juga. Sebagaimana yang dikutip dari Sportskeeda pada hari Kamis, 8 Maret 2018 lalu, Sacchi menerangkan jika Real Madrid tentu saja sudah mendapat keuntungan di laga leg keduanya itu karena mereka hanya akan dipertemukan dengan tim lawan lemah.

Lihat Juga :  Bagaimana Inggris Kelly Smith menjadi salah satu bintang Piala Dunia di AS ?

Arrigo Sacchi secara tegas menyatakan penilaiannya bila PSG hanyalah sekumpulan pemain saja. Kata permainan yang disebut oleh pelatih kelahiran Fusignano, Italia pada tanggal 1 April 1946 tersebut mungkin saja didengar cukup abstrak, sehingga sulit untuk mendeskripsikannya, tetapi hal itu sudah membuat semuanya berbeda pada pertandingan itu. Para pemain Paris Saint Germain seolah sudah kehilangan banyak akal. Sementara pada sisi yang lain, Madrid justru mendapatkan banyak pujian berkat hasil gemilangnya tersebut. Walaupun di liga domestik klub berjuluk Los Merengues itu masih berjalan sambil terseok-seok, namun di kancah Eropa, Madrid seolah mengatakan bahwa mereka adalah rajanya.

Baca Juga Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme